Bengkulu, RSUDMYUNUS.com – Instalasi Promosi Kesehatan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu (PKRS) melalui program rutin promosi kesehatan dalam gedung melaksanakan kegiatan penyuluhan kelompok pada pasien dan pengunjung di ruang tunggu poli anak, 22 Februari 2018.

Pada kesempatan kali ini, dr. Hj. Siti Amanah Septiana, Sp.A sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, dokter Siti memberikan penjelasan tentang bagaimana investigasi kontak dan pencegahan Tuberculosis pada anak. Hal ini disebabkan karena tingginya kasus TB anak yang mencapai hingga 10 – 15% dari seluruh kasus TB di Indonesia.

Investigasi kontak ini bertujuan untuk mengindentifikasikan anak yang kontak erat dengan penderita TB paru, memeriksa ada tidaknya sakit/infeksi TB pada orang yang kontak tersebut serta memberi terapi yang sesuai. Anak beresiko tinggi untuk berkembang menjadi sakit setelah terinfeksi dan dapat menderita sakit TB berat (meningitis, TB milier). Sedangkan infeksi laten TB pada anak, jika tidak diobati dengan benar akan menjadi kasus TB di masa dewasanya, yang merupakan sumber penularan baru.

Sebagian besar kasus terjadi pada anak usia < 5 tahun, yang terjadi dalam 2 tahun setelah kontak dengan sumber penularan. Penularan bisa terjadi dimana anak terpajan atau berkontak dengan orang dewasa yang menderita TB, di rumah, penitipan anak, ataupun sekolah.

Pada acara ini pesan kesehatan yang ingin disampaikan adalah agar para orang tua dapat mengetahui dan lebih waspada jika ada orang dewasa yang menderita TB di rumah, semua anggota keluarga terutama anak-anak dapat tertular bila penderita TB tersebut tidak berobat dan mengikuti terapi medis yang dianjurkan. Dari situlah, investigasi kontak menjadi sangat penting sehingga resiko penularan TB anak terkendali (angka prevalensi infeksi TB) di Indonesia. [*]